Selamat Datang di Program Literasi Digital

SDIT Albanna

Tentang

Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.

Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!

Tim Literasi Sekolah

Efa Puspaini, S.S.

Guru koordinator literasi

Sudarsih, S.KH.

Anggota tim literasi

Dwi Riani, S.S.

Anggota tim literasi

Siti Nur Aisyah, S.Pd.

Anggota tim literasi

Aknes Septiana Permatasari, S.Pd

Anggota tim literasi

Qurrota Uyun, S.Pd.

Anggota tim literasi

Ajeng Wulan Trisna Dewi, S.Pd.

Anggota tim literasi

Program Literasi Sekolah

Visi dan Misi Literasi

Menjadikan peserta didik sebagai individu yang berbudaya literasi tinggi, kritis, kreatif, dan berkarakter melalui ekosistem pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

  1. Mengembangkan Minat Baca yang Berkelanjutan: Mengimplementasikan program Tinta (Transformasi Intelektual Anak) melalui kegiatan kunjungan rutin ke perpustakaan, membaca buku digital, dan mendengarkan cerita untuk menanamkan kecintaan pada buku.
  2. Menciptakan Lingkungan Kaya Literasi: Mengoptimalkan ketersediaan sumber bacaan melalui pembentukan Pojok Baca di setiap kelas, penyediaan buku di rak umum (lapangan tengah dan lorong), serta pengadaan perpustakaan keliling.
  3. Mendorong Partisipasi Aktif dan Kepemimpinan Siswa: Mengadakan pemilihan Duta Literasi setiap bulan sebagai upaya pemberian apresiasi dan motivasi kepada siswa yang aktif membaca, meminjam buku, dan berpartisipasi dalam kegiatan karya sastra.
  4. Meningkatkan Kemampuan Ekspresi dan Kreativitas Siswa: Mewadahi hasil karya dan pemikiran siswa melalui kegiatan pembuatan karya-karya baru, pencertiaan kembali (retelling), serta pembaruan Mading sekolah secara berkala atau saat ada acara nasional.
  5. Membangun Kolaborasi dan Pendokumentasian Literasi: Membiasakan pendokumentasian kegiatan membaca melalui Jurnal Literasi sekolah, serta memperkuat sinergi antara guru, siswa, dan staf dalam mendukung semua program literasi.

Target Literasi Sekolah

  1. Pembentukan Budaya Sekolah Sebagai “Sekolah Penulis”

Deskripsi: Menjadikan sekolah bukan hanya tempat membaca, tetapi juga tempat aktif menciptakan karya tulis. Ini berarti literasi telah terinternalisasi sebagai budaya, bukan hanya program.

Target Terukur (5-7 Tahun): Sekolah rutin menerbitkan satu antologi buku karya guru dan siswa setiap tahun ajaran (sebagai agenda wajib sekolah), dan minimal 5 karya siswa dipublikasikan di media massa atau platform luar sekolah setiap tahun.

Implikasi Program: Program Tinta dan Mading akan berfokus pada kualitas konten dan proses penerbitan.

  1. Pencapaian Status Sekolah Rujukan Literasi di Tingkat Kabupaten/Kota

Deskripsi: Sekolah diakui secara formal oleh dinas atau komunitas sebagai model keberhasilan penerapan program literasi, terutama program Duta Literasi dan Pojok Baca.

Target Terukur (7-10 Tahun): Sekolah berhasil meraih penghargaan (atau setidaknya masuk nominasi) sebagai Sekolah Ramah Literasi Terbaik di tingkat Kabupaten/Kota, dan menjadi tempat kunjungan studi banding bagi minimal 3 sekolah lain setiap tahun.

Implikasi Program: Penguatan Duta Literasi dan kemitraan dengan pihak luar (perpustakaan daerah) akan menjadi kunci.

  1. Peningkatan Signifikan Kompetensi Literasi Siswa (di Atas Rata-rata Nasional)

Deskripsi: Memastikan kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis teks siswa berada di level unggul, sesuai dengan standar evaluasi nasional/internasional.

Target Terukur (5-10 Tahun): Skor rata-rata kemampuan literasi membaca dan menulis siswa pada evaluasi internal/eksternal (misalnya, Asesmen Nasional) berada minimal 10% di atas rata-rata kompetensi siswa di tingkat provinsi.

Implikasi Program: Program Literasi Sekolah (kunjungan, mendengarkan dongeng, buku digital) harus diintegrasikan ke semua mata pelajaran, tidak hanya saat jam khusus literasi.

  1. Pengembangan Program Literasi Berbasis Digital dan Bahasa Asing

Deskripsi: Memperluas cakupan literasi dari sekadar buku fisik menjadi literasi digital (menciptakan konten digital, keamanan siber) dan literasi dalam bahasa asing (khususnya bahasa Inggris) sebagai persiapan menghadapi tantangan global.

Target Terukur (5-8 Tahun): Setiap siswa kelas 5-6 mampu membuat portofolio digital sederhana berisi karya tulisnya. Minimal 50% siswa kelas atas mampu meresensi atau menceritakan kembali buku pendek dalam Bahasa Inggris.

Blog Literasi

Karya dan Prestasi Literasi